New York (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menegaskan sikapnya soal konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Setelah berminggu-minggu diwarnai kehancuran dan krisis, PBB menilai jalur militer bukan solusi untuk mengakhiri situasi ini.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (13/4), juru bicara Sekjen PBB Stéphane Dujarric mengungkapkan bahwa meski negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan, upaya tersebut tetap menunjukkan keseriusan kedua pihak.
Menurutnya, pertemuan itu tetap jadi sinyal positif.
Ia menyebut dialog yang berlangsung merupakan langkah awal yang penting dan bermakna untuk membuka kembali jalur komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.
Dujarric juga mengingatkan bahwa perbedaan kepentingan yang masih besar membuat kesepakatan tidak bisa dicapai secara instan. Karena itu, Sekretaris Jenderal PBB mendorong agar pembicaraan terus dilanjutkan dengan pendekatan yang konstruktif.
Selain soal dialog, PBB juga menyoroti pentingnya menjaga situasi tetap terkendali. Dujarric menegaskan bahwa gencatan senjata harus benar-benar dipatuhi, dan semua bentuk pelanggaran harus dihentikan.
Ia juga menambahkan bahwa semua pihak dalam konflik wajib menghormati kebebasan navigasi, termasuk di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, sesuai dengan hukum internasional.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026